: asuransi bijaksana: Prudential Syariah Tak Tertandingi
ALWAYS LISTENING...ALWAYS UNDERSTANDING.

Jumat, 08 Oktober 2010

Prudential Syariah Tak Tertandingi

prudential-natursejahtera
Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sekaligus KetuaDewan Penasehat Syariah (DPS) Asuransi Prudential Syariah, KH Anwar Ibrahim,mengungkapkan bahwa Asuransi Prudential Syariah tak ada tandingannya. Hal ini terlihat darikinerja bisnis dan jumlah para agen terbesar dibandingkan dengan asuransi syariah lainya.
Saya melihat Asuransi Prudential Syariah ini sangat unik dan sulit untuk tertandingi,” katanyadihadapan para Agen Prudential Syariahacara Syukuran Prudential Syariah kemarin (19/4) digedung Indofood Tower-Jakarta.
Selain menilai kelebihan dari Asuransi Prudential Syariah, KH. Anwar Ibrahim juga menyatakanbahwa bisnis asuransi syariah adalah halalSebab mendapatkan fatwa dan perlindungan dariMUI.
Maka selama mendapatkan sertifikasi halal dari MUI lembaga keuangan tersebut harus tundukdengan aturan dan kaidah dari MUI dan jika melanggar aturan akan dicabut sertifikasi itu,”jelasnya.
KH, Anwar Ibrahim, juga menegaskan jika ada sebagian masyarakat merasa ragu-raguterhadap bisnis asuransi syariah bisa langsung bertanya pada DSN MUI. Untuk mendapatkanpenjelasan yang lengkap.
Kemudian, KH. Anwar Ibrahim juga memberikan wawasan ada sesuatu yang berbeda antaraoperasional asuransi syariah dengan asuransi konvensionalJika di asuransi syariahkonsepnya adalah tabarru atau tolong menolongsedangkan modal yang diperoleh berasal darimodal keikutsertaan para nasabahJadi jika ada salah satu anggota peserta yang sakit duluanatau kecelakaan akan dibantu dengan dana tabarru tersebut berdasarkan prosentasikepersertaanJika dana kepersertaannya itu besardana tabarru‘-nya juga besarSelain itu danayang dikumpulkan dari dana tabarru diinvestasikan pada sektor riil yang halal.
Sementara jika dikonvensional tidak demikian. Dana operasional bukan dari anggota pesertatapi dana perusahaan asuransiJika ada peserta yang sakit dan kecelakaan perusahaanlahyang membayarnyaKemudian mengenai investasinya bisa seenaknya sendiri dan bisamelakukan investasi di instumen yang haramasalkan untung.
Jadi itulah yang membedakan antara asuransi syariah dan konvensional,” papar KH Anwar Ibrahim.


source: http://www.pkesinteraktif.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar